Our Blog

ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan

 ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan


Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya, orang-orang terdahulu (para ulama salaf, -red.) diam karena ilmu. Mereka pun menahan diri (dari sesuatu) karena mata hati yang tajam. Sungguh, mereka lebih mampu meneliti (sebuah masalah) kalau mereka mau melakukannya.”

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,
“Sungguh, banyak orang belakangan yang tertipu dengan hal ini. Mereka menyangka bahwa siapa yang banyak bicara, debat, dan perbantahannya dalam masalah agama, berarti dia lebih berilmu. Ini adalah murni kebodohan. Lihatlah para sahabat yang senior dan ulama mereka, seperti Abu Bakr, Umar, Ali, Mu’adz, Ibnu Mas’ud, dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu.

Betapa sedikit ucapan mereka dibandingkan dengan ucapan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu , padahal mereka lebih berilmu. Demikian pula ucapan generasi tabi’in lebih banyak daripada ucapan generasi sahabat, padahal generasi sahabat lebih berilmu. Ucapan generasi setelah tabi’in pun lebih banyak daripada ucapan generasi tabi’in, padahal generasi tabi’in lebih berilmu. Jadi, ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan, melainkan cahaya yang diletakkan di kalbu. Dengan cahaya itu, seorang hamba akan mengenal kebenaran dan bisa membedakannya dengan kebatilan….” (Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, hlm. 82—83)

Majalah islam asysyariah no 088

Https://telegram.me/salafiyyun

Salafiyyun Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.