Our Blog

BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi

BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi(1)


( — 1 — )

Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauza hafizhahullah :

Pernyataan mereka bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi tersebut terkandung nilai pengagungan terhadap Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam–.

Jawaban terhadap hal ini (syubhat ini, pen) kita katakan:
Sikap pengagungan terhadap Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– adalah dengan menaati beliau, menjalankan perintah beliau, menjauhi larangan beliau, dan mencintai beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Pengagungan terhadap beliau bukanlah dengan amalan-amalan bid’ah, khurafat, dan kemaksiatan. Dan perayaan maulid (hari kelahiran, pen) masuk ke dalam bagian yang tercela ini, karena termasuk kemaksiatan. Manusia yang paling kuat sikap pengagungannya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– adalah para sahabat –radhiyallahu ‘anhum–.

Sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy:
“Wahai sekalian kaum! Demi Allah, aku pernah berjumpa dengan kisra, kaisar, dan juga raja-raja yang lainnya, akan tetapi aku tidak pernah melihat seorang raja diagungkan oleh para pengikutnya sebagaimana Muhammad –shallallahu ‘alihi wa sallam– diagungkan oleh para sahabatnya. Demi Allah, mereka tidak berani mengangkat pandangan mereka ke arahnya sebagai bentuk pengagungan terhadap dirinya.”

Bersamaan dengan kuatnya sikap pengagungan para sahabat yang seperti ini, mereka tidak pernah menjadikan hari kelahiran beliau sebagai hari ‘id dan perayaan. Kalau seandainya hal itu disyariatkan, tentu mereka tidak akan meninggalkannya.

http://www.manhajul-anbiya.net/bidahnya-perayaan-maulid-nabi-2/

Https://telegram.me/salafiyyun

Salafiyyun Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.