Our Blog

Berbuat Baik kepada Anak Perempuan, Bentuk dan Rambu-Rambunya

Berbuat Baik kepada Anak Perempuan, Bentuk dan Rambu-Rambunya


Apabila Allah ‘azza wa jalla memberikan rezeki anak perempuan kepada Anda, didiklah dia dengan baik, berilah nafkah, dan bergaullah dengan baik, dengan mengharapkan pahala dari-Nya.

Tahukah Anda, pahala apa yang akan Anda dapatkan di sisi Allah jika Anda melakukan itu semua? Anda akan bersama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat nanti. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ–أَيْ بِنْتَيْنِ–حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ–وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barang siapa menafkahi dua orang anak perempuan hingga baligh, dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia seperti ini—beliau menggabungkan jemarinya.” (HR. Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula,

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْراً مِنَ النَّارِ

“Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan ini lalu dia berbuat baik kepadanya, mereka akan menjadi penghalang dirinya dari neraka.” (Muttafaqun alaih)

Berbuat baik kepada anak perempuan bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya,

  1.   Memilihkan ibu yang baik

Ini adalah bentuk perbuatan baik yang pertama kali dilakukan terhadap keturunan. Sebab, kebaikan ibu menjadi salah satu sebab kebaikan anak-anaknya, insya Allah. Betapa banyak anak keturunan yang Allah ‘azza wa jalla jaga dengan sebab kesalehan orang tuanya.

  2.   Memilihkan nama yang baik

Sebab, nama yang baik akan berpengaruh terhadap pemiliknya. Ada nama yang disukai oleh syariat, ada yang dibolehkan, ada yang makruh, dan ada yang haram. Mayoritas manusia sekarang lebih mementingkan namanama yang baru, tanpa melihat makna atau hukumnya.

Betapa banyak pemudi yang memiliki nama yang buruk maknanya, atau nama ‘ajam padahal kedua orang tuanya berkebangsaan Arab dan tinggal di lingkungan Arab.

 3.    Memenuhi kebutuhan fisiknya, berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan.

Upaya orang tua memenuhi kebutuhan ini termasuk salah satu sebab masuk surga. Seorang wanita fakir bersama dua putrinya menemui Aisyah radhiallahu ‘anha. Aisyah mengatakan,

فَسَأَلَتْنِي فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ، فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئاً ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا، فَدَخَلَ النَّبِيُّ فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَال: إِنَّ اللهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ وَأَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ

Wanita itu meminta sesuatu dariku, namun dia tidak mendapatkan di sisiku selain sebutir kurma. Dia mengambilnya dan membagi dua untuk kedua putrinya, tanpa ikut memakannya sedikit pun. Dia lalu bangkit dan keluar bersama kedua putrinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian masuk dan aku menceritakan kisah wanita tersebut.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Sungguh, dengan perbuatan itu Allah telah mewajibkan untuknya surga dan membebaskannya dari api neraka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 4.  Memuliakan, mengasihi, dan menyayanginya.

Dahulu apabila Fathimah radhiallahu ‘anha menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

مَرْحَباً بِابْنَت

“Selamat datang, putriku.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami manusia sambil menggendong Umamah putri Zainab, anak perempuan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila rukuk, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkannya. Apabila berdiri lagi, beliau menggendongnya kembali. Sepertinya, saat itu tidak ada yang bisa mengurusi Umamah sehingga beliau mengkhawatirkannya. Bisa jadi pula, tujuannya adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin agar manusia meneladani petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk orang yang paling menyayangi anak kecil secara umum, baik lelaki maupun perempuan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium mereka, membelai kepala mereka, mendoakan kebaikan bagi mereka, dan bermain-main dengan mereka. Hal ini mengandung kebaikan yang banyak.

Semak
9:52:08 AM
Semakin besar seorang putri, dia semakin membutuhkan penghargaan dan penghormatan. Apabila hal ini Anda penuhi dan dia merasa bahwa dia dihargai dan memiliki kedudukan dalam rumah orang tuanya, hal ini lebih mendorong kemapanan kepribadian, ketenangan, dan keistiqamahan keadaannya.

Sebaliknya, jika dia melihat penghinaan dan tidak adanya perhatian, tidak diajak bicara selain dengan perintah dan larangan, selalu dituntut untuk melayani, akan muncul ketidaksukaan terhadap rumahnya dan anggota keluarganya. Bisa jadi, setan membisikkan kepadanya untuk mencari kasih sayang dan belas kasih yang tidak didapatnya di dalam rumah, dengan cara-cara yang haram, sehingga mengantarkannya ke dalam kebinasaan yang melumatnya. Hanya Allah yang tahu di mana tempat tinggalnya.

5. Berbuat adil di antara dia dan saudara-saudara lelakinya

Perasaan terzalimi dan pilih kasih kepada selain dirinya sering kali menanamkan rasa benci dalam jiwanya terhadap kedua orang tuanya. Di samping itu, akan menumbuhkan dendam kepada saudara-saudaranya yang lebih disayangi oleh orang tua. Karena itu, bertakwalah Anda kepada Allah ‘azza wa jalla dan berbuat adillah di antara anak-anak Anda.

Adapun masalah nafkah, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Adapun dalam hal pemberian, anak lelaki mendapatkan dua kali lipat bagian perempuan. Meski demikian, apabila pemberian hibah mau disamakan di antara mereka, itu juga baik.

 6.   Mendidiknya dengan tarbiyah Islami dan membiasakannya sejak usia dini

Anak perempuan dididik untuk mempraktikkan adab meminta izin, adab makan dan minum, dan adab berpakaian. Di samping itu, anak dituntun untuk menghapal al-Qur’an dan zikir-zikir yang sesuai dengan syariat. Dia juga diajari wudhu dan shalat. Setelah berusia tujuh tahun, dia diperintah untuk melaksanakan shalat. Ketika berusia 10 tahun, dia diharuskan melaksanakannya.

Apabila dia tumbuh di atas kebiasaan yang baik, ia akan senang dan mencintai kebaikan. Akan mudah pula dirinya senantiasa berpegang teguh dan kokoh di atas kebaikan tersebut.

7.  Setelah memasuki usia nikah, anak perempuan diajari dan dilatih adab-adab pergaulan dengan suami dan cara mengatur rumah: memasak, membersihkan rumah, dan semisalnya.

Ada keluarga yang tidak perhatian terhadap hal ini. Ketika anak perempuannya (menikah) dan berpindah ke rumah suaminya, dia tidak bisa memasak dan menghidupkan api. Tidak pula dia bisa bergaul dan bermuamalah dengan baik. Bisa jadi, suaminya kurang sabar dan cepat marah. Akhirnya, muncullah sekian banyak problem secara dini, dan terkadang berujung perceraian.

8.  Segera menikahkannya ketika sudah dewasa

Ketika ada lelaki yang baik agamanya, amanah, akhlaknya bagus, di sisi lain anak perempuan Anda senang terhadapnya, nikahkanlah dia segera. Ini termasuk bentuk ihsan, perbuatan baik. Sebab, menunda pernikahan seorang pemudi adalah salah satu sebab terbesar dia menyimpang dari jalan yang lurus, apalagi di masa sekarang.

Apabila wali mempermudah mahar dan permintaan lain yang terkait dengan pernikahan anak perempuannya, tentu pemuda yang ingin melamarnya akan memberanikan diri. Bahkan, hal ini berpengaruh pula terhadap (para pemuda yang hendak melamar) saudarisaudarinya setelahnya. Keluarga muslim hendaknya berhati-hati, jangan sampai menunda pernikahan seorang pemudi dengan dalih menyelesaikan pendidikan, dia masih kecil, atau berbagai alasan lemah lainnya. Sebab, efek negatifnya akan kembali terhadap masyarakat.

9.  Senantiasa menyambung hubungan dan mengunjunginya setelah dia menikah

Orang tua mencari tahu tentang berbagai kebutuhannya dan ikut menyelesaikan masalah yang menimpa anak perempuannya yang sudah menikah. Selain itu, orang tua turut serta dalam momen-momen kegembiraan dan kesedihannya.

Akan tetapi, hendaknya keluarga—terutama ibu—berhati-hati sehingga tidak secara langsung ikut campur dalam kehidupan putrinya. Sebab, sering turut campur dalam hal-hal yang tidak membantu kehidupannya justru akan merusak kehidupan rumah tangga putrinya.

Simak selengkapnya di :
http://asysyariah.com/jagalah-putri-anda/

Https://telegram.me/salafiyyun

Salafiyyun Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.