Our Blog

KAJIAN TAUHID Dari kitab: Tsalatsatul Ushul (pertemuan ke 11)

KAJIAN TAUHID
Pertemuan ke 11

Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul (=Tiga Landasan Utama)

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله


بسم الله الرحمن الرحيم
:الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد



Saudaraku seiman, semoga Rahmat Allah dilimpahkan untukku dan untuk kalian semua, amin.

Empat perkara yang wajib kita pelajari, telah selesai kita kaji, yakni:
1. Ilmu, yang terdiri dari tiga:
    a). Mengenal Allah
    b). Mengenal Nabi-Nya
    c). Mengenal dinul Islam
          dengan dalil-dalilnya
2. Mengamalkannya
3. Mendakwahkannya
4. Sabar menghadapi
     gangguan.

Sekarang kita lanjutkan dengan mengkaji DALIL dari keempat perkara tersebut.



((وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ((وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلاَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوا بِالصَّبْرِ

 [العصر ١-٣]

Dan dalilnya, firman Allah ta'ala:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling nasehat menasehati di atas al-haq dan saling nasehat menasehati dengan kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1-3)


SYARAH/PENJELASAN:

Perkataan penulis "Dan dalilnya", yakni dalil yang menunjukkan empat masalah tersebut adalah firman Allah ta'ala  وَالْعَصْرِ
(Demi masa... dst)

Yakni Allah azza wa Jalla bersumpah di dalam surat ini dengan 'masa', yaitu masa/waktu sebagai tempat terjadinya segala peristiwa yang baik dan yang buruk.

Maka Allah azza wa jalla bersumpah, bahwa semua manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang yang disifati dengan empat sifat, yakni:
1. Beriman
2. Beramal shalih
3. Saling menasehati (berdakwah)  di dalam kebenaran
4. Saling menasehati dengan kesabaran.


Berkata Ibnul Qayyim رحمه الله تعالى,

"Jihadun Nafsu (melawan diri sendiri) ada empat tingkatan:

1. Berjihad memerangi diri sendiri dengan cara mempelajari hidayah dan agama yang benar, di mana tidak ada kemenangan dan kebahagiaan untuk diri baik ketika hidup maupun setelah kematian, kecuali dengan cara itu.
2. Berjihad memerangi diri sendiri dengan cara mengamalkan agama setelah mengetahuinya.
3. Berjihad memerangi diri sendiri dengan cara mendakwahkannya dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.
4. Berjihad memerangi diri sendiri dengan cara bersabar atas beratnya dalam berdakwah, dan terhadap gangguan makhluk, serta memikul beban semua itu ikhlas semata untuk Allah.
Apabila dapat menyempurnakan empat tingkatan di atas, maka akan termasuk golongan Rabbani."

Allah azza wa jalla telah bersumpah di dalam surat ini dengan masa, bahwa semua manusia gagal dan merugi, meskipun banyak hartanya dan anaknya, serta besar kekuasaan dan kemuliaannya, kecuali orang yang yang mengamalkan keempat sifat berikut:

1. Iman, yakni mencakup segala sesuatu yang bisa taqarrub/mendekatkan diri kepada Allah ta'ala, baik berupa: Keyakinan yang benar, maupun ilmu yang bermanfaat

2. AMAL SHALIH
Yaitu segala perkataan dan perbuatan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, dan melakukannya dengan ikhlas karena Allah dan ittiba` /mencontoh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

3. Saling berwasiat dengan kebenaran, yakni berwasiat untuk melakukan kebaikan, memberikan dorongan dan motivasi terhadapnya (yakni berdakwah)

4. Saling berwasiat dengan kesabaran, yakni sebagian mereka berwasiat kepada yang lain dengan kesabaran untuk mengerjakan perintah-perintah Allah ta'ala serta meninggalkan larangan-larangan-Nya, dan (sabar) menerima takdir Allah.

Saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran ini meliputi:
AMAR MA'RUF dan NAHI MUNGKAR.

Dengan keduanya umat ini akan menjadi kokoh, baik, jaya, dan memperoleh kemuliaan dan keutamaan.

Allah ta'ala berfirman,


{كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ َ}
[آل عمران : 110]

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali-Imran: 110)


Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Kamis, 11 Rabi'ul Awal 1437 H / 21 Januari 2016

sumber: http://annisaa.salafymalangraya.or.id


Salafiyyun Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.